Tampilkan postingan dengan label kesehatan dan keselamatan kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan dan keselamatan kerja. Tampilkan semua postingan

Cara Makan Buah Bit dan Manfaat Untuk Kesehatan Tubuh

Buah bit adalah buah yang mirip seperti ubi jalar. Walaupun sangat mirip, namun daging dan manfaatnya sangatlah berbeda. Jika dibelah,  buah bit memiliki daging buah yang berwarna merah darah. Buah bit memiliki rasa buah yang khas. Biasanya buah bit dikonsumsi dengan cara dimakan langsung atau dibuat jus. Jus buah bit tanpa gula atau mengkonsumsinya secara langsung. 


Untuk membuat jus, sebelum memotong buah bit, pakai sarung tangan untuk melindungi tangan dari warna merah buah bit. Lalu kupas kulitnya dan dipotong-potong. Kemudian cuci bersih dan dimasukkan ke dalam blender. Selain untuk jus, kamu juga bisa merebus buah bit sebentar untuk dijadikan salad. 

Buah bit mengandung beberapa nutrisi yang sangat penting. Buah bit banyak mengandung vitamin C, magnesium, kalsium, serat, asam folat, caumarin, fosfor, betasianin, kalium, triptofan, zat besi dan masih banyak kandungan nutrisi lainnya. 

Manfaat Buah Bit dan Cara Mengkonsumsi

1. Membersihkan dan menetralkan racun di dalam tubuh

Buah bit dapat membersihkan dan menetralkan racun di dalam tubuh, melawan infeksi dan radang, mengatasi masalah batu ginjal, detoksifikasi alami tubuh, dan pembersi usus. Untuk detoksifikasi, caranya siapakan 1 buah apel, 1 buah pir, ½ buah bit ukuran besar, masukkan ke alat pembuat jus atau blender.

Lalu aduk 2 sdm pysllium husks (bisa beli di toko makanan sehat dan toko organik). Segera diminum. Psyllium husk adalah serat yang berfungsi untuk membawa kotoran di usus besar untuk dikeluarkan dengan lebih cepat.
Selain itu, campuran lain yang bisa digunakan adalah ½ bit ukuran sedang dan 1 buah ketimun ukuran kecil di masukkan ke alat pembuat jus atau blender. Tambahkan 1 ½ cangkir soda water. Lalu beri perasan air jeruk nipis atau lemon.

2. Menghancurkan sel tumor dan sel kanker

Jus buah bit kaya akan kandungan antioksidan yang dibutuhkan oleh para pasien kanker. Untuk memperoleh antioksidannya, siapkan 2 buah wortel ukuran sedang dan cincang, ½ bit ukuran sedang dicincang, 2 batang selederi lokal atau 1 batang selederi impor, 30 gram bayam dan 4 batang parsley. Semuanya dijus dan segera diminum.

3. Mengatasi anemia dan memproduksi sel-sel darah merah

Bit kaya akan zat besi yang dipakai untuk mengatasi masalah anemia. Kandungan zat besinya yang cukup tinggi, dapat mengaktifkan kembali dan meregenarasi sel darah merah, serta menyuplai oksigen yang berguna bagi kesehatan sel-sel darah merah. Untuk mengobati anemia, cuci bersih buah bit, lalu dipotong dan dimasukkan ke dalam blender atau juga bisa diparut. Kemudian saring airnya dan minum sebanyak 1 gelas jus buah bit.

4. Meningkatkan stamina

Minum jus buah bit  bisa membantu orang berolah raga lebih, mengurangi pengeluaran atau pembakaran oksigen saat olah raga, sehingga rasa capek yang disebabkan oleh olah raga berkurang. Dengan jus buah bit, tubuh akan terhindar dari kelelahan, keletihan, dan lesu. Minum jus buah bit pada malam hari juga bisa meningkatkan gairah dan stamina suami istri, menambah energi, dan melancarkan aliran darah.

5. Mengatasi masalah pencernaan

Minum jus bit yang dicampur wortel dengan satu sendok makan jus lemon atau jeruk nipis, efektif untuk mengatasi masalah pencernaan, rasa mual, nyeri, diare, disentri. Minum jus bit yang dicampur dengan satu sendok makan madu di pagi hari sebelum sarapan akan membantu mengurangi masalah di perut. Daun bit juga bermanfaat menanggulangi sakit demam kuning dan pencernaan. Cara lainnya adalah dengan merebus buah bit satu buah ukuran sedang yang diiris-iris. Lalu airnya diminum sebelum tidur sebanyak satu gelas. Air rebusan bit ini akan membantu gerakan otot perilstatik, untuk melancarkan buang air besar keesokan harinya.

6. Mengatasi masalah ketombe

Untuk mengatasi masalah ketombe yang, cobalah merebus bit dengan sedikit cuka alami. Lalu dioleskan dan dipijat lembut ke kulit kepala. Bungkus dengan handuk dan biarkan semalaman. Lalu bilas atau keramas keesokan harinya.
Pewarna makanan alami.

Kandungan betanin dalam buat bit menghasilkan warna merah cemerlang yang dapat dipakai untuk pewarna alami makanan, misalnya es krim, telur paskah, jeli, dan lain sebagainya.

7. Pewarna rambut

Saat kamu akan mewarnai rambut dengan bubuk henna, cobalah pilih warna hitam dan kemudian dicampur dengan jus akar bit merah. Hasilnya, rambut akan hitam dengan gradasi burgundy yang alami. 

8. Baik untuk bayi

Manfaat buah bit tidak hanya untuk kesehatan tubuh dan ibu hamil saja, namun buah bit juga sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi. Kandungan kalsium dan fosfor di dalam buah bit sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada bayi, bayi pun akan mudah untuk merangkak kemudian berjalan. Buah bit mampu memperbaiki dan menciptakan hemoglobin di dalam darah, sehingga sel darah merah yang ada di dalam tubuh bayi akan semakin stabil dan bayi juga akan terhindar dari anemia. 

Kandungan mineral yang banyak terkandung dalam buah bit dipercaya sangat bermanfaat untuk menahan dan mencegah peradangan yang berasal dari virus dan bakteri, yang biasanya dialami oleh bayi. Selain itu, memberikan jus buah bit untuk bayi juga dapat merangsang kecerdasan otak bayi.

Saat mengonsumsi atau memasak buah bit, kulit pada akar buah bit sebaiknya dibuang, atau dicampur dengan buah atau sayur lainnya, karena akar bit saja bisa membuat tali pita kaku dan sulit bicara dalam waktu tertentu, kecuali kalau kamu minum jus murni dari akar bit organik yang justru akan menyembuhkan kekakuan atau kelumpuhan pada pita suara.

Demikian informasi tentang Cara Makan Buah Bit Untuk Kesehatan Tubuh. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia.

Sumber : caramakan.net

Imunisasi Cegah Radang Paru pada Anak

Penyakit radang paru atau pneumonia menjadi penyebab utama kematian pada anak berusia kurang dari lima tahun di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi.


Dr.Nastiti Kaswandani, spesialis anak, menjelaskan pneumonia disebabkan oleh virus atau bakteri. "Sekitar 50 persen kasus disebabkan karena bakteri pneumokokus, 20 persen karena influenza tipe B, dan sisanya karena jamur atau virus," paparnya dalam diskusi media bertema "Harapan Baru Eradikasi Pneumonia di Indonesia," di Jakarta (10/3/2017).

Pneumonia banyak menyerang bayi berusia kurang dari dua tahun karena sistem imun mereka yang belum matang, menurunnya antibodi yang didapat dari ibu saat lahir, serta kolonisasi kuman penyebab pneumonia yang tinggi.

Penularan penyakit ini lewat udara, terutama percikan ludah saat batuk, bersin, atau berbicara.

Perlindungan untuk anak dari penyakti ini bisa dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang sehat bagi balita, misalnya memberikan ASI eksklusif, mencuci tangan dengan sabun, pemberian nutrisi yang cukup, hingga menghindari polusi di dalam dan luar rumah.

Pencegahan yang tak kalah penting adalah imunisasi lengkap. Vaksin pneumokokus (PCV) dianjurkan untuk bayi berusia kurang dari satu tahun. Namun, vaksin ini belum masuk dalam program imunisasi rutin nasional.

Walau demikian, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementrian Kesehatan, dr.Wiendra Woworuntu, M.Kes, pemerintah berencana memasukkan vaksin pneumokokus untuk digunakan di Indonesia.

Sebagai langkah awal, pada bulan Oktober 2017 Kementrian Kesehatan akan melaksanakan demonstrasi program imunisasi pneumonia di tiga kabupaten di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang menyasar bayi berusia kurang dari satu tahun.

"Tahapan untuk menjadi program vaksin nasional masih panjang karena perlu dilanjutkan dengan surveilan selama tiga tahun. Selain itu harus dipastikan dulu ketersediaan vaksinnya ada," kata Wiendra.

Wiji Johar Santoso dari LSM Mitra Samya di Lombok menyambut baik demonstrasi vaksin pneumonia di Kabupaten Lombok. Saat ini angka kematian bayi di Pulau Lombok sangat tinggi, menyumbang kontribusi terbesar kematian bayi (76,73 persen) di tahun 2014. Angka ini merupakan akumulasi dari 5 kabupaten kota di Pulau Lombok dengan insiden tertinggi di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat.

Sumber : kompas.com

Kenali Bahaya Penyakit "Paru-paru Basah" pada Bayi

Awam menyebut gejala batuk sampai sesak napas sebagai penyakit "paru-paru basah", namun dalam dunia kedokteran penyakit berbahaya ini disebut pneumonia atau radang paru akut.


Menurut dr.Nastiti Kaswandani Sp.A(K), Ketua UKK Respirologi IDAI, sebenarnya tidak ada terminologi paru-paru basah. "Ini adalah istilah awam untuk menyebut kondisi paru-paru terisi cairan," katanya di sela acara diskusi bertajuk "Harapan Baru Eradikasi Pneumonia di Indonesia" yang diselenggarakan Forum Ngobras di Jakarta (10/3/2017).

Ia menjelaskan, paru-paru bisa terisi cairan karena penyakit pneumonia atau pun tuberkulosis.

Pneumonia adalah radang paru yang dapat disebabkan virus atau bakteri, menyebabkan kerusakan jaringan paru terutama pada bagian paru tempat bertukarnya udara.

Gejalanya adalah batuk sampai sesak napas, karena pemasukan oksigen berkurang. Pada kondisi pneumonia berat dapat menyebabkan kematian akibat kekurangan oksigen mencapai otak dan jantung.

"Gejala yang khas adalah dadanya sampai cekung, tertarik ke dalam ketika batuk, serta napasnya memburu seperti orang yang habis lari," kata Nastiti.

Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada bayi berusia kurang dari dua tahun. Setidaknya 2 anak meninggal setiap jam karena penyakit ini.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan, Dr. Wiendra Woworuntu M.Kes menambahkan, pneumonia saat ini dijuluki forgotten pandemic atau the forgotten killer of children karena  tidak mudah menemukan balita dengan pneumonia.

“Umumnya masyarakat menganggap sebagai batuk biasa. Sukar bagi ibu untuk mengetahui anaknya menderita pneumonia kecuali kondisinya telah parah, antara lain ditunjukkan dengan sesak napas berat. Harus diingat bahwa perjalanan penyakit dari batuk menjadi pneumonia berlangsung cepat sehingga seringkali tidak tertolong,” jelas Wiendra.

Bila ditangani dengan cepat, anak bisa diberikan oksigen dan juga pengobatan untuk membunuh virus atau bakterinya.

Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan pemberian imunisasi PCV, gaya hidup bersih, serta pemberian nutrisi yang baik pada bayi.

Sumber : kompas.com

Kabar Gembira, Sikap Saling Mencintai Akan Membuat Jantung Makin Sehat!!!

Tiada kebahagian lain yang bisa menyaingi kebahagian perasaan saling mencintai. Anda mencintai dia, dan diapun membalas perasaan Anda.

Sikap saling mencintai ini akan membuat Anda yakin untuk berkomitmen dan menjalin hubungan yang lebih serius. Bukan saja hal ini membuat Anda bahagia namun ada efek lain yang juga luar biasa yaitu membuat jantung Anda semakin sehat.


Mengapa rasa saling mencintai bisa membuat jantung Anda lebih sehat? Berikut alasannya:

1. Terhindar dari kebiasaan buruk

Saat masih sendiri, mungkin banyak orang yang kurang peduli pada kesehatan tubuhnya. Seperti merokok, minum alkohol, bekerja sampai larut malam, terlalu sering bepergian dan beberapa hal lain yang mungkin sering dilakukan saat masih sendiri. Hal-hal tersebut dapat merusak jantung Anda.

Berbeda halnya bila Anda sudah memiliki pasangan, akan ada seseorang yang mengingatkan Anda untuk terus hidup sehat. perasaan cinta yang Anda miliki akan mendorong Anda untuk menuruti hal-hal baik yang disarankan olehnya.

2.Terhindar dari stres

Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah.

Kehidupan dan masalah yang dihadapi akan membuat orang sering merasa stres. Namun akan berbeda bila Anda sudah memiliki pasangan. Anda bisa membagi setiap masalah yang Anda hadapi, akan ada seseorang yang mendengarkan keluh kesah Anda, membantu mencari solusi dan memberi dorongan semangat agar Anda bisa terus berdiri tegak menghadapi semua masalah yang ada. Hal-hal ini yang akan membuat Anda terhindar dari stres.

3.Mendapatkan banyak pelukan

Rasa saling mencintai akan membuat Anda dan pasangan saling memberikan pelukan. Pada saat Anda berpelukan dengan pasangan anda, jantung Anda akan berdetak lebih lambat dan akan terasa lebih rileks. Berpelukan juga bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Pelukan juga membantu memproduksi hormon oksitosin dan endorfin yang akan menurunkan tingkat stres dan membuat Anda merasa lebih bahagia.

Begitu banyak manfaat hebat yang didapat dari rasa saling mencintai. Jadi tunggu apalagi bersiaplah untuk jatuh cinta lagi untuk Anda yang masih sendiri dan terus cintai pasangan Anda bagi yang sudah menemukan belahan jiwa...

Sumber : dokter.id