Tampilkan postingan dengan label tips hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips hamil. Tampilkan semua postingan

Tips Menjalani Kehamilan Untuk Wanita Dengan Masalah Diabetes

Merencanakan kehamilan tetapi takut diabetes?
Apakah Anda wanita yang mengalami diabetes yang sedang mengandung? Jika iya, informasi di bawah ini mungkin akan berguna bagi Anda.

Kehamilan pada wanita penderita diabetes dianggap sebagai salah satu kehamilan yang berisiko tinggi, namun tentunya selalu ada cara yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko ini. Hal yang terpenting adalah Anda wajib menjaga kadar glukosa darah Anda dalam kondisi normal atau paling tidak mendekati normal selama masa kehamilan atau bahkan sebelum masa kehamilan.


Konsultasikan pada dokter Anda agar Anda bisa mendapatkan saran dan perawatan yang tepat. Segera datangi dokter Anda pada saat Anda merencakan kehamilan, atau jika Anda sudah terlanjur mengandung tetap segera datangi dokter Anda, tidak ada kata terlambat untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai cara mengendalikan diabetes di masa kehamilan.

Kebutuhan insulin Anda mungkin berubah di masa kehamilan. Dokter Anda mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan lebih banyak insulin dan akan memeriksa glukosa darah Anda lebih sering di masa kehamilan. Jika Anda mengkonsumsi pil diabetes, maka akan lebih baik Anda mengkonsumsi insulin di saat hamil. Temui dokter yang memiliki pengalaman dalam merawat wanita hamil dengan diabetes.

Jangan merokok, minum minuman beralkohol, atau menggunakan obat berbahaya. Berkonsultasilah dengan ahli gizi dan nutrisi (dietitian) atau dapat pula dengan diabetes edukator untuk mendapatkan saran pola makan yang tepat bagi Anda selama kehamilan, dan ikuti saran tersebut secara disiplin dan konsisten. Hal ini diperlukan untuk memastikan Anda dan bayi di dalam kandungan Anda mengkonsumsi makanan yang sehat. Pastikan untuk memeriksakan mata, jantung, pembuluh darah, tekanan darah, dan ginjal Anda selama masa kehamilan.

Anda juga perlu memeriksakan kemungkinan terjadinya kerusakan saraf selama kehamilan Anda karena kehamilan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan menjadi semakin parah.

SIAPA SAJA YANG DAPAT MEMBANTU ANDA?

DOKTER
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter yang biasa merawat Anda atau dengan dokter yang telah mendapatkan pelatihan khusus terkait perawatan diabetes, yang biasa dikenal dengan sebutan endocrinologist atau diabetologist.

Dokter Anda akan memberikan saran mengenai jenis obat apa yang Anda butuhkan dan berapa banyak yang harus Anda minum. Dokter juga akan memberikan Anda target kisaran glukosa darah, tekanan darah dan target kolesterol. Dokter Anda akan melakukan tes untuk memastikan glukosa, tekanan darah, dan kolesterol darah Anda tetap sesuai dengan target yang diinginkan agar Anda tetap dalam kondisi sehat selama merencanakan kehamilan. Tanyakan pula kepada dokter Anda apakah Anda perlu meminum aspirin setiap hari untuk membantu mencegah timbulnya penyakit jantung.


DIABETES EDUKATOR
Seorang diabetes edukator adalah seorang perawat, ahli diet, atau petugas kesehatan yang akan membantu Anda dalam mengatur pola makan, memberikan resep obat diabetes yang Anda perlukan, menginformasikan aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan, memberikan petunjuk mengenai cara memeriksa glukosa darah, dan juga memberikan petunjuk mengenai tata cara perawatan diabetes pada kehidupan sehari-hari. Jangan sungkan untuk bertanya jika ada sesuatu yang belum Anda pahami.


KELUARGA DAN SAHABAT TERDEKAT ANDA
Perawatan diabetes adalah hal yang perlu dilakukan setiap hari. Anda tentunya memerlukan bantuan dan dukungan dari keluarga atau sahabat terdekat Anda. Jika memungkinkan Anda dapat meminta anggota keluarga atau sahabat terdekat Anda untuk menemani Anda saat mengunjungi dokter atau diabetes edukator.


PENASEHAT ATAU PETUGAS KESEHATAN MENTAL
Anda mungkin merasa sedih karena menderita diabetes atau bosan merawat diri sendiri atau mungkin Anda mengalami masalah terkait pekerjaan, sekolah, atau keluarga. Jika diabetes membuat Anda merasa sedih dan kesal, atau jika Anda memiliki masalah lain yang membuat Anda cemas, Anda bisa berkonsultasi dengan seorang penasehat atau petugas kesehatan mental. Mintalah bantuan pada dokter atau diabetes edukator Anda untuk menemukan penasehat kesehatan mental yang tepat demi merencanakan kehamilan yg nyaman untuk Anda.


TIPS BERMANFAAT LAINNYA UNTUK MENGENDALIKAN DIABETES ANDA
Disiplin dan konsisten dalam menjaga pola makan Anda. Jangan melewatkan jam makan, terutama setelah Anda mengkonsumsi insulin. Hal ini dikarenakan glukosa darah Anda mungkin akan terlalu rendah jika Anda tidak makan. Konsultasikan pada dokter Anda sebelum memulai program aktivitas fisik. Periksa glukosa darah Anda sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Jangan berolahraga saat glukosa darah Anda tinggi dan pada saat darah atau air seni Anda mengandung keton.

Jangan berolahraga sebelum tidur karena bisa menyebabkan glukosa darah menjadi rendah di malam hari. Buatlah catatan harian mengenai: Kadar glukosa darah Anda Waktu Anda mengkonsumsi insulin Jumlah dan jenis insulin yang Anda gunakan Dan apakah urin Anda mengandung keton?


TIPS LAINNYA
Beritahu dokter Anda jika Anda sering mengalami glukosa darah rendah saat merencanakan kehamilan, terutama pada waktu yang sama di siang atau malam hari beberapa kali berturut-turut. Beritahu dokter Anda jika Anda pingsan dikarenakan glukosa darah Anda rendah.

Tanyakan kepada dokter Anda mengenai glukagon. Glukagon adalah obat yang berfungsi meningkatkan glukosa darah. Jika Anda pingsan karena glukosa darah Anda rendah, seseorang harus menghubungi nomor darurat dan memberi Anda suntikan glukagon. Tetap konsumsi insulin Anda, bahkan jika Anda sakit dan muntah. Tanyakan kepada dokter Anda tentang bagaimana menyesuaikan dosis insulin Anda berdasarkan hasil tes glukosa darah Anda.

Sumber : medi-call.id

4 Tanda Ovulasi yang Paling Mudah Dikenali

Saat sedang berusaha untuk hamil, pasti Ibu akan semakin waspada dengan apa yang terjadi pada tubuh. Tanda-tanda ovulasi pun harus segera diantisipasi agar kehamilan bisa sukses terjadi (baca juga: Menghitung Waktu Tepat Berhubungan Int1m Agar Bisa Hamil).



Yang perlu diingat, kurun waktu antara ovulasi dan pembuahan terbilang singkat, karena tak lama setelahnya sel telur akan mati dan luruh. Untuk itu penting bagi Ibu untuk memahami siklus bulanan Ibu. Selain itu, perhatikan juga tanda-tanda ovulasi berikut ini:

1. Rasa sakit di perut bagian bawah

Gejala yang sering disebut ovulation pain atau mittelschmerz ini membuat Ibu tiba-tiba merasakan rasa sakit tiba-tiba di area perut bagian bawah. Biasanya, rasa sakit yang dirasakan tidak terlalu berat. Namun, jika rasanya sakit sekali sebaiknya Ibu memeriksakan diri ke dokter karena mungkin ada gangguan pada organ reproduksi Ibu (baca juga: Bercinta Setiap Hari Agar Cepat Hamil, Ampuhkah?).

2. Suhu basal tubuh turun

Gunakan termometer basal untuk mengetahui apakah suhu basal tubuh mengalami penurunan, yang berarti Ibu sedang ovulasi. Setelah ovulasi, biasanya suhu tubuh Ibu akan kembali naik dan menetap hingga menstruasi datang. Biasakan untuk periksa suhu setiap pagi setelah bagun tidur. Usahakan pada waktu yang sama dan catatlah dengan cermat dalam sebuah bagan.

3. Lendir serviks

Kondisi lendir serviks akan berubah-ubah sesuai dengan fluktuasi hormon dalam tubuh. Setelah haid, lendir ini cenderung kering, kemudian menjadi lebih lengket, bertekstur seperti krim, lalu agak berair, hingga akhirnya Ibu masuk dalam kondisi subur. Ketika itu, lendir serviks akan tampak lebih jernih, licin, dan agak kental seperti putih telur (baca juga: Tidur Cukup Membuat Ibu Lebih Mudah Hamil).

4. Tanda-tanda ovulasi lainnya

Selain beberapa tanda di atas, ada juga gejala-gejala ovulasi lainnya yang sering Ibu alami. Berbeda dengan gejala di atas, tanda berikut ini bisa berbeda-beda pada setiap orang:

* Payud4r4 jadi lebih lembek dan sensitif
* Gairah bercinta meningkat
* Ibu lebih berenergi dalam beraktivitas
* Indera penglihatan, penciuman, dan perasa menjadi lebih sensitif
* Tubuh cenderung menahan cairan
* Sebagian Ibu bisa mengalami vlek di tengah siklus haidnya. Vlek ini menandakan adanya penurunan hormon estrogen yang drastis, yang terjadi sebelum ovulasi.

Sumber : belly belly

Tidur Cukup Membuat Ibu Lebih Mudah Hamil

Jika Ibu ingin segera memiliki anak, mulailah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat sejak sekarang. Sebab, lahirnya bayi yang sehat tidak hanya dipengaruhi oleh masa kehamilan yang sehat. Namun, gaya hidup yang sehat sebelum kehamilan juga dapat sangat berperan.



Persiapan yang baik akan membuat tubuh Ibu lebih kuat saat harus menjalani kehamilan. Selain itu, tidak ada salahnya Ibu mulai mengumpulkan berbagai informasi kesehatan serta berkonsultasi dengan dokter sejak sebelum hamil. Bila ternyata terdapat kelainan, dokter akan melakukan perawatan yang sesuai.

Nah, jika Ibu ingin hamil sehat, sebaiknya awali dulu dengan 6 hal yang baik berikut ini:

1. Berat badan proporsional. 
Kalau sekarang ini berat badan Ibu termasuk berlebihan, segeralah susun program untuk menurunkannya. "Mengurangi berat badan bisa membuat para Ibu yang overweight lebih mudah hamil," kata  Robert A. Greene, MD, salah satu penulis buku Perfect Hormone Balance for Fertility. "Selain itu, Ibu juga bisa menjalani kehamilan yang lebih sehat dengan risiko dan komplikasi yang lebih rendah." Mulailah memperbaiki pola makan dan lakukan olahraga secara teratur. Kebiasaan berolahraga ini akan membuat Ibu lebih mudah menurunkan berat badan setelah melahirkan.

2. Konsumsi suplemen kehamilan. 
Para ahli kini menganjurkan Ibu untuk mengonsumsi sejumlah suplemen jauh sebelum kehamilan terjadi. "Sekitar 3-6 bulan sebelum hamil, Ibu bisa mulai mengonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat per hari," kata Jennifer Wider, MD, penulis The New Mom's Survival Guide dan Penasihat Medis untuk Society for Women's Health Research. Sementara lembaga March of Dimes merekomendasikan vitamin B sebelum dan pada masa awal kehamilan untuk menurunkan risiko bayi mengalami cacat lahir hingga 70%. Selain itu, Ibu juga bisa mengonsumsi multivitamin yang juga mengandung zat besi dan kalsium yang baik untuk kehamilan. Biasakan minum suplemen secara teratur, sehingga Ibu tidak lupa lagi saat sudah hamil.

3. Menabung tidur. 
Jackie Rose, salah satu penulis buku The Newly Non-Drinking Girl's Guide to Pregnancy, menyarankan Ibu untuk tidur sebanyak mungkin. "Kebanyakan Ibu sulit tidur nyenyak begitu bayinya lahir, begitu juga saat sedang hamil. Ada banyak hal yang bisa mengganggu tidur Ibu saat hamil, mulai dari perut yang kembung, ingin pipis, sampai posisi tidur yang tidak nyaman," kata Rose. Selain itu, studi membuktikan bahwa tidur yang cukup membuat Ibu lebih mudah hamil, sementara Ibu yang kurang tidur cenderung mengalami masalah ovulasi.

4. Tangkal stres. 
Sejumlah riset menunjukkan, hidup dengan tingkat stres yang tinggi bisa membuat Ibu sulit hamil. Belum lagi jika Ibu termasuk orang yang mudah stres. Kehamilan dan persiapan kelahiran bayi akan bisa membuat Ibu makin tertekan. "Mulailah atur emosi sejak sekarang, pastikan Ibu tenang dan siap menghadapi fase kehidupan yang baru, dan cari tahu cara terbaik untuk rileks dan menangkal stres," kata Dr. Wider. Sementara Dr. Green menganjurkan Ibu untuk mulai menulis jurnal setiap hari. Studi memperlihatkan, menulis jurnal secara teratur bisa membuat Ibu merasa lebih optimis dan tidak terlalu cemas dalam menghadapi kehamilan.

5. Kunjungi dokter. 
Tidak perlu menunggu sampai hamil untuk mengunjungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dr. Greene malah menganjurkan Ibu untuk datang tiga bulan sebelum hamil, agar dokter bisa memeriksa kondisi kesehatan Ibu secara menyeluruh dan menemukan gangguan-gangguan yang mungkin berdampak terhadap kehamilan. Misalnya saja tekanan darah tinggi, kondisi tiroid, hingga diabetes dan asma. Selain itu, kunjungi juga dokter gigi karena kondisi gigi dan gusi turut berpengaruh terhadap kekhamilan. "Kebiasaan menggosok gigi, membersihkan gigi dengan benang gigi, serta ke dokter gigi secara rutin bisa menurunkan risiko keguguran hingga 70%," kata Dr. Greene.

6. Telepon kerabat perempuan. 
Bisa ibu, adik atau kakak perempuan, tante, atau nenek. Tanyakan pada mereka seperti apa kehamilan yang telah dijalani. Apakah pernah terjadi komplikasi atau persalinan prematur? Cari tahu juga riwayat kesehatan di keluarga. Bila ada penyakit keturunan, beritahukan hal ini pada dokter. Semua ini dapat jadi bahan pertimbangan saat menangani kehamilan Ibu nanti.

Awal yang baik ini perlu dijalankan agar kehamilan yang sehat dapat segera terjadi. Selamat mencoba ya, Bu.

Sumber : Parents

Bercinta Setiap Hari Agar Cepat Hamil, Ampuhkah?

Kehadiran sang buah hati dapat menjadi pelengkap sebuah rumah tangga. Oleh karena itu, tak heran jika setelah menikah pasangan suami istri biasanya ingin segera dikarunia keturunan.



Nah, kondisi inilah yang membuat banyak pasangan suami istri mengikuti mitos-mitos yang berkembang di masyarakat, salah satunya adalah melakukan hubungan s3kssu4l setiap hari.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Budi Wiweko mengatakan bahwa Ibu dan Papa sebenarnya tak perlu setiap hari melakukan hubungan s3kssu4l agar cepat mendapat keturunan, karena normalnya itu hubungan s3kssu4l yang baik dilakukan 2 sampai 3 kali dalam seminggu dan bukan 2 sampai 3 kali dalam sehari.

Makanya, banyak Ibu yang tak langsung hamil meski telah rutin berhubungan s3kssu4l. Pasalnya, produksi sperma yang cukup, umumnya terjadi dalam waktu tiga hari sekali. Untuk itu, berhubungan s3kssu4l sebaiknya dilakuan setiap 2 atau 3 hari sekali. Selain itu, pembuahan juga dapat terjadi dengan cepat jika sp3rma bertemu sel telur saat masa kesuburan wanita.

Hubungan s3kssu4l yang benar adalah terjadi penetrasi dari p3n1s pria ke v4g1na wanita, ej4kuls1, dan orgasm3. Selain itu, Budi juga menyarankan agar bercinta dengan rileks dan tanpa beban.

Pikiran stres saat berhubungan s3kssu4l. Jika belum hamil setelah lebih dari satu tahun rutin berhubungan s3kssu4l, pasangan sebaiknya memeriksakan kesuburannya ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Ketidaksuburan bisa terjadi karena beberapa faktor, baik dari pria maupun wanita.

Ketidaksuburan pada pria diantaranya, kualitas sperma yang buruk dan masalah pada testis. Sedangkan pada wanita, yaitu masalah pematangan sel telur, sumbatan saluran telur, dan adanya kista cokelat.

Sumber : nakita.grid.id

Menghitung Waktu Tepat Berhubungan Int1m Agar Bisa Hamil

Memahami siklus menstruasi memang menjadi kunci utama untuk memprediksi kapan waktu yang tepat untuk membuahi sel telur. Tetapi ada beberapa faktor lain yang harus diperhatikan untuk dapat dinyatakan positif hamil oleh dokter.


Sebelum memilih hari yang tepat untuk pembuahan itu, ada baiknya Ibu telah memahami masa ovulasi dalam siklus menstruasi. Umumnya, siklus menstruasi wanita terjadi antara 22 hingga 36 hari. Sedangkan ovulasi biasanya terjadi pada 12 hingga 14 hari sebelum siklus tersebut berakhir.

Jika Ibu memiliki siklus menstruasi 28 hari, maka ovulasi akan dimulai pada hari ke-14. Ini adalah waktu terbaik untuk hamil sebelum menstruasi berikutnya, atau setelah periode selanjutnya. Namun jika Ibu memiliki siklus pendek atau 21 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ketujuh. Di sisi lain, jika siklus menstruasi Ibu adalah 35 hari, maka ovulasi baru dimulai pada hari ke-21.

Karenanya, sangat disarankan agar hubungan seksual dilakukan setiap dua sampai tiga hari selama kurun waktu siklus tersebut. Hal itu akan lebih efektif dibanding menunggu hari masa ovulasi dimulai. Terlebih, berhubungan s3kss dengan rutin juga dapat meningkatkan kualitas sperma.

Lalu, kapan sebaiknya waktu hubungan intim yang tepat agar bisa hamil jika dihitung berdasarkan masa subur?

1. Satu hari sebelum ovulasi
Satu hari sebelum ovulasi adalah hari yang tepat untuk pembuahan. Hal ini dikarenakan sperma memiliki cukup waktu untuk menjalani proses kapasitasi (sejumlah perubahan sel sperma yang terjadi di dalam saluran reproduksi Ibu untuk membuat sperma lebih mampu membuahi sel telur), dan juga sudah cukup matang untuk mencapai dan membuahi sel telur.

2. Dua hari sebelum ovulasi
Hari ini juga menjadi waktu yang pas untuk pembuahan. Malah, Ibu mempunyai kemungkinan lebih besar untuk hamil jika hubungan seksual dilakukan dua hari sebelum tanggal ovulasi ini.

3. Tiga hingga empat hari sebelum ovulasi
Dibanding satu atau dua hari sebelum ovulasi, ternyata tiga hari sebelum masa pelepasan telur yang sudah matang lebih dapat memberikan kemungkinan hamil yang jauh lebih tinggi.

4. Lima hari sebelum ovulasi
Hari pertama di mana masa subur Ibu dimulai memang sering dianggap sebagai waktu yang ideal. Tapi ternyata hal itu kurang efektif dibandingkan satu hingga lima hari sebelum masa ovulasi dimulai.

Jadi, waktu tepat berhubungan int1m agar bisa hamil adalah selama enam hari dalam masa subur tersebut. Yaitu lima hari menjelang ovulasi, dan pada hari ovulasi. Itulah waktu hubungan int1m paling efektif untuk bisa hamil.

Sumber : mom junction

Ini Jenis Olahraga Yang Dapat Membuat Mama Cepat Hamil

Selain makanan, gaya hidup juga dapat meningkatkan kesuburan Mama. Salah satu gaya hidup sehat adalah olahraga. Kebiasaan olahraga rutin bisa membantu menjaga stamina Mama saat hamil hingga proses persalinan. Olahraga juga bisa menurunkan berat badan dan meningkatkan kesuburan. Untuk itu, ini olahraga yang bikin cepat hamil.



Olahraga rutin menjadi olahraga yang direkomendasikan. Jangan sampai Mama menunggu hamil baru melakukan program kesehatan. Saat hamil, Mama harus berhati-hati sebab ada janin di dalam kandungan. Kebiasaan baik olahraga sebelum hamil akan membuat Mama mudah memiliki kebiasaan baik untuk olahraga saat hamil.

Cobalah untuk memilih olahraga yang bervariasi selama Mama masih belum hamil. Mama bisa ikut ke kelas aerobik atau zumba untuk membuat kegiatan olahraga jadi lebih menyenangkan. Olahraga seperti ini tidak bisa Mama lakukan ketika hamil. Pilihlah olahraga yang dapat memperkuat perut dan otot punggung. Sit up menjadi olahraga yang tepat. Saat hamil, Mama akan mendapatkan nyeri pada perut dan punggung.

Jika Mama tidak terbiasa olahraga, usahakan jangan memilih olahraga terlalu berat dan lama. Yang menjadi penting adalah rutin berolahraga. Cobalah untuk jogging dan berenang sebagai olahraga untuk meningkatkan kesuburan. Olahraga yang masih dalam batas kewajaran bisa dilihat dari apakah Mama masih bisa berbicara atau ngobrol saat olahraga. Jika tidak bisa karena terlalu lelah, sebaiknya mengganti olahraga tersebut.

Saat mencoba hamil, jangan gunakan olahraga sebagai sarana menurunkan berat badan. Makanan bergizi dan seimbang juga dapat membantu. Olahraga tanpa menjaga makanan akan menjadi sia-sia. Mama tetap harus menghindari makanan berlemak dan berminyak dan memiliki pola makan sehat agar cepat hamil.

Itu dia tadi panduan dan jenis olahraga yang bikin cepat hamil. Rutin olahraga harus dari sekarang. Usahakan Mama juga mengajak Papa agar sama-sama memiliki kesuburan dan siap memiliki anak. Setelah berhasil hamil jangan lupa tetap berolahraga dengan mendapatkan rekomendasi olahraga yang tepat dari dokter kandungan.(Niken/Parents)

Sumber : nakita.grid.id 

Keputihan Normal dan Tidak Normal, Ini Bedanya!

Keputihan merupakan salah satu masalah yang kerapkali dialami oleh wanita. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan juga dapat menurunkan rasa percaya, terutama untuk wanita yang sudah menikah.



Keputihan adalah cairan vagina yang berfungsi untuk membersihkan sistem reproduksi wanita. Keputihan kerapkali terjadi pada Mama yan akan memasuki masa subur, baik sebelum dan sesudah. Tak hanya itu, keputihan juga kerapkali timbul pada saat Mama mendapat rangsangan.

Keputihan digolongkan menjadi dua, yaitu keputihan normal (fisiologis) dan keputihan tidak normal (patologis). Nah, untuk mengetahui normal atau tidaknya keputihan yang Mama alami. Berikut adalah perbedaan keputihan normal dan tidak normal:

1. Cairan
Keputihan normal maka cairan yang keluar adalah encer, sedangkan jika keputihan tidak normal maka cairan akan berbentuk kental.

2. Warna cairan
Pada keputihan normal, cairan akan berwarna transparan atau bening. Untuk keputihan tidak normal, maka cairan akan berwarna putih susu hingga kuning.

3. Cairan lengket dan tidak
Jika Mama mengalami keputihan normal, maka cairan yang keluar tidak lengket, sedangkan untuk keputihan tidak normal, cairan lengket.

4. Bau
Keputihan normal maka tidak menimbulkan bau, Sedangkan pada keputihan tidak normal, biasanya keputihan akan menimbulkan bau tak sedap.

5. Gatal
Gatal saat sedang mengalami keputihan menunjukkan bahwa Mama mengalami keputihan tidak normal, karena keputihan yang normal tidak akan menyebabkan gatal.

6. Jumlah cairan
Jumlah cairan yang keluar sedikit berarti Mama mengalami keputihan normal. Namun, jika cairan yang keluar saat keputihan banyak dan bahkan meninggalkan bercak pada pakaian dalam, sudah tentu Mama mengalami keputihan tidak normal.


Keputihan tidak normal umumnya dialami oleh Mama hamil dan perlu diwaspadai karena dapat menjadi salah satu risiko terhadap gangguan kesehatan bayi. Banyak wanita yang menggunakan meminum obat dan bahkan memakai sabun pembersih kewanitaan saat mengalami keputihan. Padahal kondisi tersebut justru hanya dapat memperparah keputihan. Oleh karena itu, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk menangani permasalahan tersebut sehingga tetap membuat Mama menjalani aktivitas seperti biaanya.

Sumber : nakita.grid.id